TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP STATUS KEPEMILIKAN BARANG ELEKTRONIK HASIL PERBAIKAN YANG TIDAK DIAMBIL DALAM AKAD IJARAH (Studi Kasus di Star Service Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang)

Munandar, Imam Fauzi Arif (2023) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP STATUS KEPEMILIKAN BARANG ELEKTRONIK HASIL PERBAIKAN YANG TIDAK DIAMBIL DALAM AKAD IJARAH (Studi Kasus di Star Service Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang). [["eprint_typename_skripsi" not defined]]

[img] Text
IMAM FAUZI ARIF MUNANDAR.pdf

Download (2MB)

Abstract

Munandar, Imam Fauzi Arif. 2023, Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif terhadap Status Kepemilikan Barang Elektronik Hasil Perbaikan yang Tidak Diambil dalam Akad Ijarah (Studi Kasus di Star Service Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang). Skripsi. Fakultas Syari’ah. Hukum Ekonomi Syari’ah. Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Pembimbing: Dra. Siti Muhtamiroh, M.SI. Kata Kunci : Hukum Islam, Hukum Positif, Ijarah, Status Kepemilikan. Praktik ijarah yang terjadi di Star Service dilakukan oleh mu'jir (Bapak FQ) dengan musta'jir (pengguna jasa). Dalam praktiknya para pengguna jasa datang membawa barangnya yang rusak dengan tujuan untuk diperbaiki oleh penyedia jasa, setelah itu disepakati mengenai jangka waktu pengambilan dan pembayaran atas jasa perbaikan barang. Namun dalam pelaksanaannya para pengguna jasa tidak memenuhi kewajibannya dengan membayar ujrah (upah) kepada mu'jir (Bapak FQ) atas jasa perbaikan barang, sehingga berakibat pada kerugian. Terhadap barang yang tidak diambil pengguna jasa, oleh penyedia jasa ada yang dijual, dipakai dan ditumpuk. Dengan demikian pihak penyedia jasa telah berthasaruf terhadap barang tersebut, padahal barang tersebut berasal dari pengguna jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana akad yang terjadi di Star Service Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang serta untuk mengetahui tinjauan hukum Islam dan hukum positif terhadap status kepemilikan barang yang tidak diambil tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti berupa data hasil wawancara dan dokumentasi pada obyek yang diteliti serta data sekunder merupakan data yang diperoleh dari Al-Qur'an, Hadits, buku, jurnal, internet dan dokumen resmi yang berkaitan dengan penelitian. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dan disimpulkan dengan beberapa konsep serta teori-teori hukum Islam dan KUHPerdata yang kemudian dikaitkan dengan adanya fakta yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa status kepemilikan hasil perbaikan barang yang tidak diambil menurut hukum Islam tetap milik pengguna jasa, sementara pihak penyedia jasa hanya memiliki hak ujrah (upah) atas pekerjaan yang telah dia selesaikan, untuk pengambilan haknya tersebut dapat dilakukan melalui otoritas pengadilan secara langsung untuk mewakili pemilik yang sebenarnya. Sedangkan menurut hukum positif kepemilikan itu dapat berpindah kepada penyedia jasa, karena di dalam KUHPerdata mengenal istilah beziit. Pasal 1997 ayat (1) KUHPerdata seseorang yang menguasai suatu benda bergerak, pada saat itu atau detik itu juga dia dianggap sebagai pemiliknya.

Item Type: ["eprint_typename_skripsi" not defined]
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 24 Feb 2023 16:43
Last Modified: 24 Feb 2023 16:43
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/16141

Actions (login required)

View Item View Item