DARI ISLAM TRADISIONAL KE PURITAN: Studi Terhadap Konversi Orang-Orang NU ke MTA

Maimun, Achmad (2023) DARI ISLAM TRADISIONAL KE PURITAN: Studi Terhadap Konversi Orang-Orang NU ke MTA.

[img] Text
DARI ISLAM TRADISIONAL KE PURITAN Studi tentang Konversi Orang orang NU ke MTA.pdf

Download (602kB)

Abstract

Penelitian ini memfokuskan diri pada fenomena konversi agama di masyarakat yakni perpindahan pemahaman dan pengamalan agama dari Nahdlatul Ulama (NU) ke Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA). Yang melatari penelitian ini adalah bahwa berdasar pada teori early learning, sesuatu yang dipelajari dan diterima sejak kecil akan sulit berubah, namun kenyataannya tidak demikian dengan perpindahan dari NU ke MTA. Selain itu adalah perkembangan MTA akhir-akhir ini di berbagai wilayah sering memunculkan ketegangan di tingkat masyarakat bawah. Berdasar pada latar belakang tersebut, penelitian ini akan mencari jawaban tentang masalah penelitian sebagai berikut, bagaimana proses konversi dari NU ke MTA. Rasionalitas apa yang melatari proses konversi dan implikasi sosiologis apa yang ditimbulkan oleh proses konversi tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut data digali dari sumber utamanya yakni para pelaku konversi dan juga masyarakat yang melingkupinya. Metode yang digunakan untuk menggali data utamanya adalah wawancara dan observasi. Analisis dilakukan sejak pengumpulan data hingga penyusunan laporan. Adapun teori yang digunakan untuk membahas penelitian ini adalah teori tahapan konversi yang dikemukakan oleh Rambo, dan Lofland and Stark. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan yang dilalui dalam proses konversi ini yakni, curiosity & crisis, kecocokan paham & pendalaman, kemantapan & kepuasan spiritual dan terakhir keinginan untuk menjadi agen perubahan (deployable convert). Sedangkan rasionalitas yang melatari proses konversi di MTA ada kejelasan dan kepastian dasar, ketertundukan lebih kepada dasar/dalil dari pada sosok kyai, perlakuan egaliter sesama jama’ah, dan kesalehan personal ustadz MTA. Adapun implikasinya dapat dibedakan menjadi dua yang bersifat publik dan privat. Penelitian ini akhirnya merekomendasikan kepada para tokoh pemuka masing-masing kelompok untuk mengembangkan kearifan, menemukan titik kesamaan dari pada mencari-cari perbedaan dan menjadi agen penebar rahmat dan kasih sayang bukan sebaliknya penebar permusuhan sesama muslim.

Item Type: Article
Subjects: Agama
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 04 May 2023 19:54
Last Modified: 04 May 2023 19:54
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/16819

Actions (login required)

View Item View Item