FIDYA FOR SALAT IN THE THOUGHTS OF SHAFI’I SCHOLARS (a Study of Legal Formulation Method and the Theological Basis)

Maimun, Achmad (2023) FIDYA FOR SALAT IN THE THOUGHTS OF SHAFI’I SCHOLARS (a Study of Legal Formulation Method and the Theological Basis).

[img] Text
Artikel International Conference UIN Antasari Banjarmasin 2022.pdf

Download (469kB)

Abstract

Salat adalah salah satu ajaran pokok di dalam Islam yang aturannya telah ditentukan secara rigid oleh syariat. Sebagai ibadah mahdhah, illat hukum dari salat tak terjangkau oleh nalar. Ketentuan ibadahnya sudah diatur sedemikian rupa, sehingga tidak ada ruang bagi akal untuk membuat hal-hal baru menyangkut ibadah salat ini. Meskipun demikian, di dalam tradisi fikih Syafi’iyah dikenal adanya ajaran fidyah salat, meskipun secara normative ajaran tersebut tak pernah diajarkan oleh syariat. Berkenaan dengan hal itu, tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan metode perumusan hukum dan dasar teologis dari ajaran fidyah salat dalam perspektif ulama syafi’iyah. Dilihat dari jenisnya, studi ini dapat diklasifikasikan sebagai penelitian kepustakaan (library research). Karena itu sumber data penelitian ini secara keseluruhan berupa data kepustakaan. Yakni karya-karya ulama syafi’iyah. Semua data yang terkumpul, dianalisis dengan metode konten analisis. Berdasar kajian yang telah dilakukan ditemukan bahwa metode perumusan hukum fidyah salat adalah qiyas. Dalam hal ini fidyah puasa dijadikan sebagai hukum asal. Meskipun secara metodologis jelas dasarnya, akan tetapi penggunaan qiyas untuk merumuskan ajaran fidyah salat, tetap ada kelemahannya. Yaitu terletak pada tidak diketahuinya alasan hukum (illat al-hukm) dari fidyah puasa yang dijadikan hukum asal dari fidyah salat. Karena puasa termasuk ibadah mahdhah yang illat hukumnya ghairu ma’qul al-ma’na. Sementara itu, penggunaan qiyas dalam merumuskan hukum, idealnya diketahui ada kesamaan dalam hal illat hukumnya. Selain dasar metodologis, ajaran fidyah salat juga dilandasi oleh keyakinan bahwa pahala amal perbuatan manusia yang masih hidup dapat dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia. Kajian ini penting khususnya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat muslim secara luas baik kepada yang pro maupun kontra dengan ajaran fidyah salat ini.

Item Type: Article
Subjects: Agama
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 04 May 2023 20:28
Last Modified: 04 May 2023 20:28
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/16832

Actions (login required)

View Item View Item