DARI SHOLAWAT JAWA HINGGA LARAS MADYA: DINAMIKA KELOMPOK KESENIAN SHOLAWAT JAWA JEMBLUNGAN DI DUKUH KARANGTALUN KABUPATEN BOYOLALI, 1966-2022

Suryanto, Agus (2024) DARI SHOLAWAT JAWA HINGGA LARAS MADYA: DINAMIKA KELOMPOK KESENIAN SHOLAWAT JAWA JEMBLUNGAN DI DUKUH KARANGTALUN KABUPATEN BOYOLALI, 1966-2022. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
agus suryanto.pdf

Download (4MB)
[img] Text
agus suryanto.pdf

Download (4MB)
[img] Text
agus suryanto.pdf

Download (4MB)
[img] Text
agus suryanto.pdf

Download (4MB)

Abstract

Dalam Skripsi ini dijelaskan mengenai sejarah berdirinya Sholawat Jawa Jemblungan yang awalnya digunakan sebagai dakwah dan pengembangan Islam di Dukuh Karangtalun setelah pemberontakan PKI pada tahun 1966. Setelah itu tahun 1974 digabung dengan Kesenian Laras Madya dari tujuan awalnya sebagai pendekatan agama Islam kepada masyarakat menjadi hiburan semata. Dalam parjalanannya kesenian ini pernah mengalami kevakuman setelah tahun 1998 yang mengakibatkan kesenian ini tidak lagi dimainkan selama 16 tahun. Baru pada tahun 2015 kesenian ini didirikan kembali oleh Wargo dan Cipto dan terus berkembang sampai sekarang. Tujuan dari sekripsi ini adalah 1). Mengetahui awal berdirinya Kesenian Sholawat Jawa Jemblungan, 2). Mengetahui Perkembangan Kesenian Sholawat Jawa Jemblungan di Dukuh Karangtalun tahun 1966-2022, 3).Mengetahui penyebab dari kematian Sholawat Jemblungan tahun 1998, 3) Mengetahui awal kebangkitan Sholawat Jawa Jemblungan Tahun 2015. Adapun metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan sejarah dengan menguji dan menganalisis peninggalan-peninggalan yang diperoleh seperti catatan dan rekaman wawancara. Prosedur dalam skripsi ini meliputi heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil skripsi ini menjelaskan bahwa awal berdirinya Kesenian Sholawat Jawa Jemblungan dilatar belakangi oleh permintaan Priyo supaya di Karangtalun didirikan kesenian ini, dan hal ini dimanfaatkan oleh Joned dan Wito untuk mengembangakan dan memajukan Islam di Dukuh Karangtalun. Pada tahun 1974 kesenian Sholawat Jawa dipadukan dengan Kesenian Laras Madya karena pada saat itu Priyo juga sempat belajar kesenian Laras Madya di Dukuh Lerep, Cabean Kunti. Selanjutnya alasan berakhirnya Kesenian Sholawat Jawa Jemblungan pada tahun 1998 ini karena beberapa anggota yang sudah tidak mampu lagi serta kekecewaan anggota atas bergabungnya kesenian ini dengan Laras Madya, selain itu modernisasi juga berpengaruh bagi keberlangsungan kesenian ini karena persaingan dengan kesenian dan hiburan baru. Munculnya kembali Sholawat Jawa Jemblungan ini tahun 2015 adalah karena permintaan dari Binar supaya dipentaskan waktu anaknya sunatan, dan ini didukung oleh anggota saat itu yang berkeinginan untuk menghidupkan kembali Kesenian Sholawat Jawa Jemblungan di Dukuh Karangtalun dan berkembang sampai tahun 2020 berhenti selama satu tahu karena masa pandemi Covid-19 waktu itu memaksa kesenian ini untuk rehat sejenak dan baru tahun 2022 dimainkan kembali. Kata Kunci: Dinamika, Kesenian Islam Tradisioanl, Sholawat Jawa

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Sejarah Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 06 Mar 2024 22:24
Last Modified: 06 Mar 2024 22:24
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/19686

Actions (login required)

View Item View Item