PEMENUHAN KEWAJIBAN SUAMI DIFABEL TERHADAP ISTRI PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kelurahan Tanjung Priuk, Kota Jakarta Utara)

Utami, Tri (2025) PEMENUHAN KEWAJIBAN SUAMI DIFABEL TERHADAP ISTRI PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kelurahan Tanjung Priuk, Kota Jakarta Utara). Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)
[img] Text
SKRIPSIIII Tri Utami.pdf

Download (844kB)

Abstract

Penelitian ini membahas pemenuhan kewajiban suami difabel terhadap istri di Kelurahan Tanjung Priuk, Kota Jakarta Utara, dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI). Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana suami difabel menjalankan kewajibannya yang meliputi membimbing, melindungi, memberikan pendidikan agama, dan menafkahi istri sebagaimana diatur dalam Pasal 80 KHI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan empiris-juridis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap pasangan suami istri difabel di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi suami difabel dalam menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Dalam aspek pembimbingan, suami difabel berupaya membangun komunikasi yang baik dengan istri serta berkontribusi dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Perlindungan terhadap istri lebih ditekankan pada aspek emosional dan moral, seperti memberikan rasa aman dan menjaga kesejahteraan psikologis istri. Pendidikan agama diberikan melalui diskusi, fasilitasi akses pembelajaran agama, serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan istri. Sedangkan dalam pemenuhan nafkah, suami difabel menyesuaikan dengan kemampuan mereka, baik dengan bekerja secara mandiri, menjalankan usaha kecil, maupun mengandalkan bantuan keluarga atau lembaga sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan fisik, suami difabel tetap berupaya menjalankan kewajibannya dengan pendekatan yang fleksibel dan adaptif. Implementasi kewajiban ini tidak selalu dilakukan secara konvensional, melainkan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing pasangan agar tetap selaras dengan prinsip hukum Islam dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 19 Mar 2025 09:59
Last Modified: 19 Mar 2025 09:59
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/23443

Actions (login required)

View Item View Item