Falah, Muhammad Miftahul (2025) TRADISI LARANGAN MELEWATI PETIRTAAN CABEAN KUNTI DESA MLIWIS KECAMATAN CEPOGO DALAM UPACARA PERNIKAHAN PERSPEKTIF ‘URF. Other thesis, IAIN SALATIGA.
![]() |
Text
SKRIPSI_MUHAMMAD_MIFTAHUL FALAH.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
SKRIPSI_MUHAMMAD_MIFTAHUL FALAH.pdf Download (2MB) |
Abstract
Falah, Muhammad Miftahul. 2024. Tradisi Larangan Melewati Petirtaan Cabean Kunti Desa Mliwis dalam Upacara Pernikahan Perspektif ‘Urf. Skripsi. Fakultas Syari’ah. Program Studi Hukum keluarga Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Dosen Pembimbing Sukron Ma’mun, Ph. D. Kata Kunci: Tradisi, Petirtaan Cabean Kunti, ‘Urf Agama Islam dan Negara telah memberikan ketentuan-ketentuan dalam pernikahan, mulai dari rukun, syarat, hukum, larangan dan lain sebagainya dengan dasar atau dalil yang jelas. Namun di setiap daerah di Indonesia memiliki hukum adat berisikan tradisi atau kebiasaan yang berbeda-beda yang telah ada sejak zaman dulu, seperti tradisi yang ada di Desa Mliwis Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali yaitu tradisi larangan melewati Petirtaan Cabean Kunti dalam upacara pernikahan. Meskipun dalam agama maupun Undang-Undang negara tidak ada yang melarang akan hal tersebut, namun masyarakat Desa Mliwis tetap teguh dalam mematuhi larangan ini meskipun dasar dari pelarangan ini hanyalah ajaran yang berasal dari nenek moyang Desa Mliwis. Maka dari itu penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana praktik larangan melewati Petirtaan Cabean Kunti Desa Mliwis dalam upacara pernikahan? Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap praktik tradisi larangan melewati Petirtaan Cabean Kunti Desa Mliwis dalam upacara pernikahan? Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris serta dengan pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke lapangan. Sumber data didapatkan dari sumber data primer yang didapat langsung dari lapangan serta sumber data sekunder yang didapat dari data yang telah disusun, diolah dan telah ada sebelum penelitian ini dilakukan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penampilan data, kesimpulan. Konsep ‘urf digunakan sebagai pisau pembedah atas fenomena di lapangan yakni mengenai tradisi. Penulis menganalisa tradisi yang ada di lapangan dengan konsep tradisi yang ada di Agama Islam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, masyarakat yang hendak melangsungkan upacara pernikahan dilarang melewati Petirtaan Cabean Kunti, dari prosesi awal hingga akhir upacara. Adapun jika terdapat masyarakat yang hendak melangsungkan pernikahan namun rumah antara keduanya dipisahkan oleh petirtaan ini maka harus melalui jalan lain meskipun memutar lebih jauh. Kedua, tradisi ini jika ditinjau dengan konsep ‘urf dari segi cakupannya maka termasuk ‘urf khash karena cakupannya adalah masyarakat sekitar Petirtaan Cabean kunti, tidak diterapkan oleh satu negara atau lebih. Jika ditinjau dari segi bentuk pekerjaannya, maka termasuk ‘urf fi’li, yaitu tradisi kebiasaan yang berupa pekerjaan. Jika ditinjau dari segi diterima oleh agama atau tidaknya, maka termasuk ‘urf shahih karena didalamnya tidak bertentangan dengan nash yang ada karena pelarangannya hanya bersifat anjuran, tidak mengandung kemadharatan, dan mengandung kemashlahatan.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Subjects: | Agama > Fiqih (Hukum Islam) |
Depositing User: | Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id |
Date Deposited: | 20 Mar 2025 20:57 |
Last Modified: | 20 Mar 2025 20:57 |
URI: | http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/23510 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |