PENOLAKAN PEMBATALAN PERKAWINAN PERSPEKTIF MASLAHAH (Studi Putusan Pengadilan Agama Ambarawa Nomor: 189/Pdt.G/2024/PA.Amb)

Syarifah, Nabila Ikhous (2025) PENOLAKAN PEMBATALAN PERKAWINAN PERSPEKTIF MASLAHAH (Studi Putusan Pengadilan Agama Ambarawa Nomor: 189/Pdt.G/2024/PA.Amb). Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi Nabila Ikhous Syarifah.pdf

Download (6MB)

Abstract

Pembatalan perkawinan yang dilakukan di bawah paksaan merupakan problematika dalam sistem hukum Islam di Indonesia. Paksaan yang terjadi dapat berupa tekanan dari keluarga, ancaman, atau kondisi lain yang mengakibatkan individu tidak dapat memberikan persetujuannya secara sukarela. Menurut Pasal 71 huruf f Kompilasi Hukum Islam, perkawinan yang dilangsungkan dengan paksaan dapat dibatalkan melalui pengajuan permohonan ke Pengadilan Agama yang berwenang. Namun, dalam praktik, terdapat kasus yang menarik perhatian yakni penolakan permohonan pembatalan perkawinan dengan Nomor: 189/Pdt.G/2024/PA.Amb oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Ambarawa. Adapun pokok permasalahan yang akan dikaji yaitu: 1. Bagaimana pertimbangan hakim Pengadilan Agama Ambarawa tentang penolakan pembatalan perkawinan Nomor: 189/Pdt.G/2024/PA.Amb? 2. Bagaimana perspektif maslahah terhadap penolakan pembatalan perkawinan Nomor: 189/Pdt.G/2024/PA.Amb? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif dengan penelitian kepustakaan (library research), yang berfokus pada kajian asas hukum positif yang mengatur mengenai pembatalan perkawinan. Penelitian ini melibatkan analisis hukum terhadap bahan pustaka, data sekunder, serta melakukan penelitian langsung ke lapangan tempat objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan paksaan dalam putusan Nomor: 189/Pdt.G/2024/PA.Amb terkait penolakan pembatalan perkawinan yang diajukan oleh Pemohon tidak terbukti adanya ancaman yang melanggar hukum menurut Pasal 71 huruf f Kompilasi Hukum Islam. Rukun dan syarat perkawinan tersebut telah terpenuhi, sehingga tidak memperlihatkan indikasi cacat hukum. Penelitian ini juga membahas konsep maslahah menurut Al-Ghazali, yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam penetapan hukum Islam, apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pertimbangan hakim dalam menolak pembatalan perkawinan tersebut salah satunya bertujuan untuk menjaga keturunan (hifdzu nasl) yang merupakan aspek penting dalam syariat Islam. Konsep ini mendasari bahwa mempertahankan perkawinan lebih dianjurkan daripada melakukan perceraian. Meskipun terdapat dampak yang signifikan dari batalnya suatu perkawinan, Islam sangat menganjurkan adanya persatuan dan menghindari perpecahan dalam keluarga. Oleh karena itu, pertimbangan hakim yang mencerminkan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemaslahatan Al-Ghazali menjadi sangat relevan. Hal ini menuntut agar setiap tindakan hukum selalu mempertimbangkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 21 Mar 2025 17:27
Last Modified: 21 Mar 2025 17:27
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/23560

Actions (login required)

View Item View Item