DINAMIKA PEMBAGIAN WARIS "DUM ROTO" DI NDUSUN DRINGO PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER

Nasocha, Achmad (2025) DINAMIKA PEMBAGIAN WARIS "DUM ROTO" DI NDUSUN DRINGO PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSI Achmad Nasocha-131.pdf

Download (5MB)
[img] Text
SKRIPSI Achmad Nasocha-131.pdf

Download (5MB)
[img] Text
SKRIPSI Achmad Nasocha-131.pdf

Download (5MB)

Abstract

Achmad Nasocha. (2025). “Dinamika Pembagian Waris “Dum Roto” Di Dusun Dringo Perspektif Tindakan Sosial Max weber”. Skripsi. Fakultas Syariah. Program Studi Hukum Keluarga Islam. Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Kholifatun Nur Mustofa, M.H. Kata kunci: Dinamika, Pembagian Waris “Dum Roto”, Tindakan Sosial Max Weber Penelitian ini menjelaskan tentang dinamika pembagian waris “dum roto” antara ahli waris laki-laki dan perempuan di Dusun Dringo. Hukum waris Islam menjelaskan bahwasannya antara anak laki-laki dan perempuan yang mendapatkan bagian lebih banyak yaitu anak laki-laki (2:1). Namun dalam praktik pembagian waris di Dusun Dringo bertentangan dengan hukum waris Islam, dimana anak laki-laki dan perempuan akan mendapatkan harta waris yang sama, bahkan anak perempuan bisa menjadi mendapatkan harta waris lebih banyak dibandingkan anak laki-laki. Maka rumusan masalah dari skripsi ini adalah: 1) Bagaimana dinamika pembagian waris “dum roto” di Dusun Dringo Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung ?. 2) Bagaimana teori tindakan sosial max weber dalam pembagian waris “dum roto” di Dusun Dringo Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung ? Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum non doktrinal atau biasa disebut dengan penelitian hukum sosiologis empiris, dengan sifat penelitian deskriptif analitif menguraikan faktor dan implikasi dinamika pembagian waris “dum roto”. Data-data yang ada dianalisis kemudian menemukan sebuah kesimpulan. Lokasi penelitian di Dusun Dringo Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Dringo dalam melaksanakan pembagian waris menggunakan tradisi “dum roto” dengan mematok satu tanah untuk satu ahli waris. Akan tetapi anak perempuan bisa mendapatkan lebih banyak, dari 3 keluarga tersebut ada 2 keluarga yang dominan anak perempuan mendapatkan tanah lebih banyak daripada anak laki-laki, untuk yang satu keluarga tersebut membagi rata dengan mematok satu tanah untuk satu ahli waris. Kemudian menurut teori tindakan sosial max weber mengenai dinamika pembagian waris “dum roto” di Dusun Dringo terdapat empat tipe tindakan. Pertama. Tindakan rasional berorientasi tujuan. Masyarakat menjunjung tinggi rasa keadilan sesama keluarga dan tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Kedua. Tindakan rasional berorientasi nilai. Masyarakat kurang mempertimbangkan nilai agama dalam melakukan pembagian harta waris. Ketiga. Tindakan afektif. Masyarakat dengan didominasi perasaan seorang ahli waris lebih mengutamakan rasa keadilan kepada sesama keluarga tanpa di dasarkan pada pertimbangan rasional. Keempat. Tindakan tradisional. Masyarakat melakukan tradisi “dum roto” dalam membagi waris karena sebuah adat turun temurun dari nenek moyang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 24 Mar 2025 15:43
Last Modified: 24 Mar 2025 15:43
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/23613

Actions (login required)

View Item View Item