Widiarti, Washiah (2025) KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN M. QURAISH SHIHAB DAN SYAIKH NAWAWI AL BANTANI. Other thesis, IAIN SALATIGA.
![]() |
Text
skripsi_wasi.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
skripsi_wasi.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
skripsi_wasi.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
skripsi_wasi.pdf Download (2MB) |
Abstract
M. Quraish Shihab dalam salah satu karyanya buku berjudul Perempuan cukup membahas problematika-problematika perempuan dalam perspektif agama. Syeikh Nawawi Al-Bantani karyanya kitab yang berjudul ‘Uqud al-Lujjain fi Bayan Huquq az-Zaujain berisi pembahasan hak dan kewajiban suami istri yang di dalamnya di jelaskan peran dan kedudukan perempuan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk memahami pemikiran M. Quraish Shihab dan Syeikh Nawawi Al-Bantani tentang kedudukan perempuan dalam keluarga. 2) Untuk memahami komparasi pemikiran M. Quraish Shihab dan Syeikh Nawawi Al- Bantani tentang kedudukan perempun dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan perbandingan (Comparative Approach) yaitu penelitian yang membandingkan pemikiran dari M. Quraish Shihab dan Syaikh Nawawi Al-Bantani tentang kedudukan perempuan dalam keluarga. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku dan kitab dari M. Quraish Shihab dan Syaikh Nawawi Al-Bantani, seperti buku yang berjudul Perempuan, kitab Tafsir Al- Mishbah, dan kitab ‘Uqud al-Lujjain fi Bayan Huquq az-Zaujain. Sumber data sekunder dari literatur lain seperti Fikih Munakahat, Kompilasi Hukum Islam dan UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, serta kitab, jurnal, artikel, ataupun karya ilmiah lain yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah antara M. Quraish Shihab dan Syaikh Nawawi Al-Bantani memiliki kesamaan dalam memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak dan kewajiban perempuan,terlebih oleh suaminya. Dalam hal perempuan berkarir di luar rumah, M. Quraish Shihab dan Syaikh Nawawi memberikan pendapat yang sama dengan mengizinkan istri namun tetap dalam lingkup menjaga kehormatan dan tidak melalaikan kewajiban di dalam keluarga. Sedangkan perbedaannya adalah pentingnya kedudukan atau peran perempuan yang lebih di rincikan. Perempuan sebagai anak menurut Shihab disetarakan dengan anak laki-laki, sedangkan Syaikh Nawawi ada perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan dalam hal warisan. Menurut Shihab ibu sangat penting perannya dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendidik anak. Sedangkan menurut Syaikh Nawawi Ibu bertanggung jawab menjaga anak dan mengurus rumah tangga. Menurut Shihab Istri berhak mendapatkan perlakuan yang baik, nafkah, dan hak lainnya dalam pernikahan. Istri diharuskan untuk taat kepada suami, meskipun suami juga memiliki kewajiban memberi nafkah dan perlakuan yang baik.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Subjects: | Agama > Keislaman |
Depositing User: | Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id |
Date Deposited: | 15 Jul 2025 18:32 |
Last Modified: | 15 Jul 2025 18:32 |
URI: | http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/24800 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |