LARANGAN MENIKAH SESAMA ANAK BUNGSU PERSPEKTIF MASLAHAH (Studi Di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang)

BILLAH, NASTAIN (2026) LARANGAN MENIKAH SESAMA ANAK BUNGSU PERSPEKTIF MASLAHAH (Studi Di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang). Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSI NASTAIN BILLAH 33010180087.pdf

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI NASTAIN BILLAH 33010180087.pdf

Download (1MB)

Abstract

Larangan Menikah Sesama Anak Bungsu ini dilatarbelakangi oleh adanya adat jawa yang memberikan tanggung jawab kepada anak bungsu dalam menjaga dan merawat orang tua. Meskipun pada dasarnya itu bukanlah tanggung jawab yang dibebankan kepada anak bungsu saja, akan tetapi sudah menjadi budaya apabila anak pertama atau selain anak bungsu menikah akan meninggalkan orang tua, sehingga apabila anak bungsu menikah dengan sesama anak bungsu maka salah satu pihak orang tua akan ditinggalkan. Penelitian ini menganalisis praktik larangan menikah sesama anak bungsu di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang dalam perspektif maslahah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami alasan, dampak, dan konsekuensi bagi masyarakat terutama bagi anak bungsu dari adanya larangan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan tehnik pengumpulan data dengan wawancara kemudian menggunakan analisis maslahah. Praktik larangan menikah sesama anak bungsu di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan jika ditinjau menggunakan maslahah maka larangan ini termasuk ke dalam Maslahah Dharuriyyah, yang mana larangan ini berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia hidup bermasyarakat yaitu menjaga keluarga dan keturunan. Adanya larangan ini yang dilatar belakangi oleh adanya adat jawa menjadikannya masuk ke dalam jenis Maslahah Ammah yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Tidak adanya dalil-dalil yang mendukung adanya larangan ini, dan tidak ada juga dalil-dalil yang secara spesifik melarang praktik larangan menikah sesama anak bungsu ini sehingga termasuk ke dalam Maslahah Mursalah, sehingga praktik larangan sesama anak bungsu ini menyesuaikan dengan adat kebiasaan masyarakat pada tempat dan kondisi tertentu sehingga menjadikannya termasuk Maslahah Mutaghayyarah yang berubah-ubah tergantung kondisi maupun lokasi tertentu.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 03 Apr 2026 00:28
Last Modified: 03 Apr 2026 00:28
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/26495

Actions (login required)

View Item View Item