TRADISI PELANGKAHAN STUDI KASUS DALAM PERNIKAHAN DALAM SATU KELUARGAPERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK DAN HUKUM ADAT (Studi Kasus di Dusun Dangklik, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang)

Fauziyah, Afifah Khila (2026) TRADISI PELANGKAHAN STUDI KASUS DALAM PERNIKAHAN DALAM SATU KELUARGAPERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK DAN HUKUM ADAT (Studi Kasus di Dusun Dangklik, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang). Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
[Rev1] SkripsiFafa_19Juli2026 (1).pdf

Download (1MB)
[img] Text
[Rev1] SkripsiFafa_19Juli2026 (1).pdf

Download (1MB)
[img] Text
[Rev1] SkripsiFafa_19Juli2026 (1)dikompresi.pdf

Download (792kB)

Abstract

ABSTRAK Fauziyah, Afifah Khila. 2026. Tradisi Langkahan dalam Pernikahan Perspektif Interaksionisme Simbolik dan Hukum Adat (Studi Kasus di Dusun Dangklik, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang). Skripsi. Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Kata Kunci: Tradisi Langkahan, Interaksionisme Simbolik, Hukum Adat, Van Vollenhoven, Pernikahan Adat Jawa Pernikahan dalam masyarakat Jawa tidak hanya merupakan ikatan antara dua individu, tetapi juga peristiwa sosial budaya yang diatur oleh adat istiadat, salah satunya adalah tradisi langkahan. Tradisi ini dilaksanakan ketika seorang adik menikah mendahului kakaknya sebagai bentuk penghormatan kepada saudara yang lebih tua melalui prosesi penyerahan plangkahan dan permohonan restu. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat sehingga menarik untuk dikaji. Penelitian ini berfokus pada rumusan masalah mengenai praktik pelaksanaan tradisi langkahan di Dusun Dangklik, makna simboliknya dalam perspektif interaksionisme simbolik Herbert Blumer, serta kesesuaiannya dengan perspektif hukum adat Jawa Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Sumber data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam,dengan dukun manten,tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga yang mewlaksanakan tradisi langkahan di Dusun Dangklik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dukun manten, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga yang melaksanakan tradisi langkahan, didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi langkahan masih dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada kakak yang belum menikah sekaligus menjaga keharmonisan hubungan keluarga. Dalam perspektif interaksionisme simbolik Herbert Blumer, simbol-simbol seperti plangkahan, sungkem, dan doa membentuk makna penghormatan, kebersamaan, dan identitas sosial keluarga. Sementara itu, berdasarkan perspektif hukum adat, tradisi langkahan merupakan hukum yang hidup (living law) yang sah dan mengikat karena memenuhi corak komunal atau kekeluargaan, religius-magis, serta konkret dan kontan sebagaimana dirumuskan oleh Van Vollenhoven, Ter Haar, dan Soepomo, dan berfungsi menjaga kerukunan, keharmonisan keluarga, serta ketertiban sosial masyarakat Dusun Dangklik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu budaya
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 01 Sep 2026 18:44
Last Modified: 01 Sep 2026 18:44
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/26551

Actions (login required)

View Item View Item