TRADISI MELEPAS AYAM DI GUNUNG PEGAT SEBELUM PERNIKAHAN PERSPEKTIF ‘URF (Studi Kasus di Desa Gajah Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro)

M.Choiruzzadi, (2020) TRADISI MELEPAS AYAM DI GUNUNG PEGAT SEBELUM PERNIKAHAN PERSPEKTIF ‘URF (Studi Kasus di Desa Gajah Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro). Other thesis, IAIN SALATIGA.

Full text not available from this repository.

Abstract

M. Choiruzzadi (2019), Tradisi Melepas Ayam di Gunung Pegat Sebelum Pernikahan Prespektif ‘Urf (Studi Kasus di Desa Gajah Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro). Skripsi. Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Pembimbing: Drs. Mahfudz, M.Ag. Kata Kunci : Melepas Ayam, ‘Urf. Perkawinan merupakan peristiwa penting dan menjadi kebutuhan fitri setiap manusia yang tidak dapat lepas dari tradisi yang dimodifikasi agar sesuai dengan ajaran yang mereka anut. Seperti adat yang sudah menyatu bagi masyarakat Desa Gajah yang juga ikut berperan aktif dalam mengatur tentang perkawinan. Tradisi tersebut adalah melepas ayam di gunung pegat sebelum pernikahan ketika pengantin melakukan perjalanan menuju tempat resepsi. Melihat persoalan diatas, timbul kesan bahwa ada kewajiban tambahan atas masing-masing pengantin di luar apa yang telah diajarkan dalam syari’at Islam. Secara sepintas hal ini sangat bertentangan dengan hukum Islam yang tergolong dalam ‘urf fasid yaitu kebiasaan yang tidak selaras dengan syara’ atau setidak-tidaknya menyulitkan masyarakat Desa Gajah dalam melakukakan perjalanan menuju lokasi resepsi pernikahan. Penelitian ini merupakan penelitian field research atau penelitian lapangan. Data-data diperoleh dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan yang obyeknya adalah peristiwa factual yang terjadi di masyarakat. Kemudian ditambah dengan data-data yang diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu peristiwa yang ada untuk merumuskan suatu masalah secara rinci dan selanjutnya dianalisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis karena dapat mengetahui fakta kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Gajah terhadap aspek-aspek hukum Islam yang ditimbulkan dari tradisi melepas ayam di gunung pegat. Adapun yang menjadi pembahasan dalam skripsi ini adalah analisis terhadap praktik tradisi melepas ayam di gunung pegat sebelum pernikahan dengan mengambil beberapa sampel masyarakat Desa Gajah. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu apakah tradisi melepas ayam di gunung pegat sebelum pernikahan sesuai atau tidak dengan hukum Islam yaitu dalam segi ‘urf terutama dengan fiqh munakahat. Pada akhir penelitian, penyusun menyimpulkan bahwa praktik tradisi melepas ayam di gunung pegat sebelum pernikahan di Desa Gajah adalah apabila rombongan pengantin melewati gunung pegat tersebut. Tradisi ini ditemukan titik persesuaian dengan ‘urf. Karena menganggap jika tradisi tersebut tidak dijalankan akan berdampak mendatangkan musibah dan malapetaka serta menganggap bahwa suatu keberuntungan atau kesialan itu didasarkan pada sesuatu waktu, tempat, atau dalam kejadian dan keadaan tertentu maka termasuk dalam ‘urf fasid dan tidak boleh dilakukan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 25 Aug 2020 15:33
Last Modified: 25 Aug 2020 15:33
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/9096

Actions (login required)

View Item View Item