Koping Religius untuk Menurunkan Stress pada Orang Tua dari Anak Tunagrahita

Sugianti, Sri (2023) Koping Religius untuk Menurunkan Stress pada Orang Tua dari Anak Tunagrahita. [["eprint_typename_skripsi" not defined]]

[img] Text
SRI SUGIANTI 23080170021.pdf

Download (5MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini memuat tiga hal, yaitu: (1) Mendeskripsikan gambaran anak tunagrahita dalam keluarga; (2) Mengetahui tingkat stress yang dialami orang tua dari anak tunagrahitasebelum dan sesudah dilakukanintervensi; (3) Menguji efektifitas bimbingan koping religius dapat menurunkan stress pada orang tua dari anak tunagrahita. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan desain subjek tunggal (single subject research) model A-B-A2. Subjek penelitian berjumlah 3 orang tua dari anak tunagrahita. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan mixed methods. Data kualitatif digunakan dalam menjabarkan gambaran anak tunagrahita, pelaksanaan penelitian, kondisi tingkat stress sebelum dan sesudah diberikan bimbingan. Data kuantitatif berupa data berbentuk angka atau statistik dalam hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor penyebab anak tunagrahita: kelainan kromosom pada kandungan, perkembangan anak yang lambat dan pembengkakan otak. Karakteristik: mudah sakit, tidak bisa tenang, mudah tantrum, sering berlarian, tidak bisa fokus, tidak jelas dalam berbicara, sering gagal dalam memahami informasi, lambat menyesuaikan diri, selalu tidak tepat dan berantakan dalam melakukan keperluannya. Secara fisik, tampak seperti anak seusianya; (2) Dengan kondisi anak tunagrahita tersebut, timbul tingkat stress orang tua pada tingkat sedang cenderung tinggi untuk subjek SM dengan skor rata-rata baseline-1 104,7. Tingkat stress cukup tinggi pada NK dan RW, dengan skor masing-masing 101 dan 101,3. Setelah diberikan bimbingan dan pengaplikasian koping religius, subjek merasa jauh lebih rileks. Serta didapati tingkat stress subjek menjadi rendah dengan skor rata-rata baseline-2 adalah 139 untuk SM, 153,7 untuk NK, dan 135,7 untuk RW; (3) Setelah diberikan bimbingan, terdapat peningkatan skor rata-rata fase baseline-2 lebih tinggi dibanding fase baseline-1. Berdasarkan data yang diperoleh, keefektifan bimbingan koping religius pada subjek berpengaruh positif. Efektifitas dilihat dari persentase overlaping yang rendah yaitu 33,3% untuk subjek SM dan subjek RW. Sedangkan subjek NK berada pada level 0%. Maka dapat diambil kesimpulan penerapan bimbingan koping religius efektif terhadap turunnya stress orang tua dari anak tunagrahita.

Item Type: ["eprint_typename_skripsi" not defined]
Subjects: Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 10 Mar 2023 20:44
Last Modified: 10 Mar 2023 20:44
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/16331

Actions (login required)

View Item View Item