, Naim Hayya (2025) PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENANGANI PERMASALAHAN SAMPAH DI KAWASAN BROWN CANYON KOTA SEMARANG PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE. Other thesis, IAIN SALATIGA.
|
Text
NAIM HAYYA - 33030200032 - HTN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Hayya, Naim. (2025). Peran Dinas Lingkungan Hidup Dalam Menangani Permasalahan Sampah Di Kawasan Brown Canyon Kota Semarang Perspektif Good Governance. Skripsi Fakultas Syari’ah Program Studi Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Munajat, M.A., Ph.D Kata Kunci: Dinas Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah, Brown Canyon, Good Governance, Kota Semarang. Sampah merupakan salah satu bentuk permasalahan lingkungan yang tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu permasalahan yang ada di Kota Semarang yakni pengelolaan sampah di Kawasan Brown Canyon yang mulai merugikan masyarakat akibat penumpukan serta pembakaran sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dalam menangani permasalahan sampah di Kawasan Brown Canyon serta melihat bagaimana Dinas Lingkungan Hidup menerapkan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan sampah di Kawasan Brown Canyon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Dengan melakukan wawancara dan menggali data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, 3 Masyarakat yang melakukan pembuangan sampah di Kawasan Brown Canyon dan 3 masyarakat yang bertempat tinggal di dekat Kawasan Brown Canyon guna mendukung data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah oleh DLH di Kawasan Brown Canyon telah mencakup sosialisasi pemilahan sampah, edukasi pengelolaan mandiri, perbaikan sarana prasarana seperti kontainer dan armada pengangkut, serta kolaborasi lintas instansi. DLH juga mengimplementasikan program seperti Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP), aplikasi Silampah, dan sosialisasi Program Kampung Iklim, pelaksanaan pengelolaan masih menghadapi hambatan seperti minimnya fasilitas TPS/TPST di Rowosari, keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kendala koordinasi antar wilayah. Dari perspektif good governance, DLH telah menerapkan prinsip transparansi melalui penyusunan rencana pengelolaan sampah jangka panjang dan keterbukaan informasi fasilitas. Partisipasi masyarakat diupayakan lewat program edukasi, aplikasi pelaporan (Silampah), dan kolaborasi lintas pihak, meskipun kesadaran masyarakat masih rendah. Akuntabilitas terlihat dari adanya pelaporan publik dan penegakan hukum terhadap pelanggaran, namun pengawasan masih terkendala keterbatasan anggaran, SDM, dan koordinasi antarwilayah. Responsivitas ditunjukkan melalui tindak lanjut laporan masyarakat, tetapi belum optimal karena faktor geografis dan status kepemilikan lahan Brown Canyon. Efisiensi juga belum maksimal akibat keterbatasan dana (1,6% APBD untuk persampahan), armada tua, dan sarana prasarana yang terbatas.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera |
| Depositing User: | Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 17:31 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 17:31 |
| URI: | http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/26372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
