NAFISAH, (2025) TINJAUAN AKAD MUKHABARAH TERHADAP PRAKTIK KERJASAMA PERTANIAN YANG BERAKHIR DENGAN PENJUALAN OBJEK (Studi Kasus antara Mbah Y dan Pak X di Desa Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang). Other thesis, IAIN SALATIGA.
|
Text
TINJAUAN AKAD MUKHABARAH TERHADAP PRAKTIK KERJASAMA PERTANIAN YANG BERAKHIR DENGAN PENJUALAN OBJEK (Studi Kasus antara Mbah Y dan Pak X di Desa Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang).pdf Download (5MB) |
Abstract
Kerjasama pertanian yang dilakukan antara Mbah Y sebagai penggarap dan Pak X sebagai pemilik lahan di Desa Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang didasarkan pada asas kepercayaan antar kedua belah pihak, lisan dan tanpa adanya jangka waktu. Hal tersebut menimbulkan ketidakjelasan dalam mengakhiri suatu akad. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik kerjasama pertanian yang berakhir dengan penjualan objek antara mbah Y dan pak X dan bagaimana tinjauan fiqh muamalah terhadap praktik kerjasama pertanian yang berakhir dengan penjualan objek antara mbah Y dan pak X di Desa Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris. Yaitu penelitian dengn mengumpulkan data dengan wawancara dan dokumentasi mengenai praktik kerjasama pertanian yang dilakukan oleh Mbah Y dan Pak X. Penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Data sekunder yaitu data Badan Pusat Statitiska (BPS). Untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh, penelitian ini menggunakan proses triangulasi, yakni dengan membandingkan data lain. Analisis penelitian ini bersifat induktif dengan cara pengumpulan data, pengelompokan, dan analisis untuk menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian, praktik kerjasama pertanian yang dilakukan oleh Mbah Y sebagai penggarap dan Pak X sebagai pemilik lahan di Desa Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang awalnya dilakukan dengan kesepakatan secara lisan tanpa adanya jangka waktu pengelolaan. Namun, selama mbah Y mengelola lahan pertanian selama 5 tahun, pemilik lahan yang secara tiba-tiba menjual lahan yang dikelola oleh Mbah Y tanpa alasan dan konfirmasi. Berdasarkan analisis akad mukhabarah dari praktik kerjasama pertanian menunjukkan bahwa Mbah Y dan Pak X dalam melakukan akad rukunnya terpenuhi, akan tetapi salah satu syaratnya tidak terpenuhi yaitu tidak adanya jangka waktu pengelolaan lahan yang menyebabkan ketidakjelasan ketika akan mengakhiri kerjasama. Sehingga, berakhirnya akad kerjasama pertanian secara sepihak tersebut, menjadikan akad mukhabarah rusak (fasad). Kata Kunci: Fiqh Muamalah, Kerjasama Pertanian, Penjualan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Agama > Fiqih (Hukum Islam) |
| Depositing User: | Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 00:53 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 00:53 |
| URI: | http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/26447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
