Prabudjana, Arhinza Gymnastiar (2026) TRANSFORMASI NYADRAN DI DUSUN KRAJAN DESA KELURAHAN KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2000-2022. Other thesis, IAIN SALATIGA.
|
Text
TRANSFORMASI NYADRAN DI DUSUN KRAJAN DESA KELURAHAN KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2000-2022_ARHINZA GYMNASTIAR PRABUDJANA.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
TRANSFORMASI NYADRAN DI DUSUN KRAJAN DESA KELURAHAN KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2000-2022_ARHINZA GYMNASTIAR PRABUDJANA.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
TRANSFORMASI NYADRAN DI DUSUN KRAJAN DESA KELURAHAN KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2000-2022_ARHINZA GYMNASTIAR PRABUDJANA.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
TRANSFORMASI NYADRAN DI DUSUN KRAJAN DESA KELURAHAN KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2000-2022_ARHINZA GYMNASTIAR PRABUDJANA.pdf Download (2MB) |
Abstract
Prabudjana, Arhinza Gymnastiar. 2026 Transformasi Nyadran di Dusun Krajan Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Tahun 2000-2022. Skripsi. Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah pelaksanaan tradisi Nyadran sebelum tahun 2000 di Dusun Krajan Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, proses pelaksanaan tradisi Nyadran setelah tahun 2000 di Dusun Krajan Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang dan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi nyadran di Dusun Krajan Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan perilaku sosial subjek dalam merespons suatu permasalahan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi mengamati proses pelaksanaan tradisi Nyadran, wawancara dengan sesepuh desa, tetua dusun, karang taruna dan masyarakat Dusun Krajan Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan: tradisi Nyadran di Dusun Krajan, Kabupaten Semarang, telah bertransformasi dari ritus mistis yang sunyi sebelum tahun 2000 menjadi festival budaya rakyat yang masif dan bernilai ekonomi sejak tahun 2010 berkat kolaborasi antargenerasi. Secara teologis, tradisi ini merupakan wujud pribumisasi Islam yang harmonis melalui penghapusan unsur mistis (demitologisasi) yang kini diisi oleh enam nilai budaya Islam utama. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai religius sebagai pengingat kematian melalui doa dan tahlil, serta nilai syukur atas hasil bumi lewat sedekah pangan dalam tenong. Selain itu, terdapat nilai kerukunan yang merekatkan persaudaraan tanpa sekat ekonomi, nilai saling menghormati sebagai bentuk toleransi dan bakti kepada leluhur, nilai silaturahmi melalui mudik massal dan tradisi anjangsana, serta nilai berbagi yang diimplementasikan melalui sistem tukar-menukar isi tenong untuk mengikis sifat kikir. Kata Kunci: Tradisi Nyadran, Menyambut Bulan Ramadhan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Agama > Sejarah Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 01:22 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 01:22 |
| URI: | http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/26539 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
